Pages

Sabtu, 27 April 2013

Dasar, Perempuan Tak Tahu Diuntung!!


Agaknya judul tulisan ini sangat tidak memanusiakan wanita. Tidak menghargai wanita. Atau bahkan bisa dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap wanita.
Memang benar begitu adanya.  Akan tetapi tidak terhadap semua wanita. Hanya beberapa.

Kejadian ini bermula saat saya naik bus Trans jakrta Bus Way, salah satu moda transportasi massal di Jakarta. Saat itu saya naik dari salah satu halte bersama dengan beberapa wanita. Ketika memasuki pintu bus, saya  langsung menuju bagian belakang badan bus. Biasanya area ini ditempati kaum pria.

Dan anehnya, beberapa wanita yang masuk bersama dengan saya tadi juga ikut memasuki area mayoritas pria. Padahal wanita sudah disediakan area khusus untuk mereka, yaitu bagian depan badan bus. Dan yang lebih heran lagi, area khusus wanita yang disediakan ternyata juga masih kosong.


Melihat kondisi saat itu, saya berpikir jika keberadaan wanita di area mayoritas pria sangat tidak beralasan; karena sudah disediakan tempat khusus yang masih kosong. Maka dari kejadian itu saya menegur salah satu penumpang wanita tadi untuk pindah ke area khusus mereka. Dengan tegas wanita itu menolak pindah dengan alasan malas. Kata wanita itu, “suka-suka saya dong mau duduk di mana.”

Setelah mendengar penolakan  wanita itu, tanpa berkomentar lagi saya langsung menuju area wanita yang kosong dan duduk di situ. Tapi ternya  kondektur bus yang  juga wanita menegur saya untuk pindah kebelakang lagi. Maka dari sini lah terjadi cekcok mulut antara saya dan kondektur.

Pada saat itu saya benar-benar kesal dengan wanita yang ada, penumpang dan konduktur wanita. Kenapa wanita memasuki area mayoritas pria tidak ditegur padahal mereka tidak punya alasan. Sedangkan pria diharamkan memasuki area khusu wanita dengan atau tanpa alasan. Diharamkan secara mutlak.

Sampai akhirnya saya ungkapkan kekesalan saya itu dengan mengucapkan, “dasar perempuan tak tahu diuntung”. Bagaimana tidak kesal, dalam kondisi yang sangat lelah seharusnya saya bisa duduk sambil istirahat di area mayorita pria. Tetapi karena ada wanita-wanita yang tidak tahu di untung itu saya harus berdiri.  Menyebalkan memang.

Hukum sosial
Dalam hidup bersosial dengan wanita, memang seharusnya kita sebagai pria perlu banyak memprioritaskan beberapa fasilitas kepada mereka, terlebih di tempat umum. Ada tempat duduk untuk wanita. Ada tempat istirahat untuk wanita. Bahkan dalam antrian pun wanita didahulukan dari pria.

Hal ini menunjukkan betapa kaum pria itu sangat memahami  kondisi wanita. Bukan saja memahami dari sisi lemahnaya fisik meraka, tapi juga memahami  jika mereka adalah kaum yang pantas dilindungi.

Tetapi agaknya perhatian ini tidak difahami  oleh wanita. Bahkan ada sebagian wanita yang nglunjak, tak tahu diri dan tidak tahu diuntung. Memaluakan sekali.


Area khusus wanita
Dengan dibuatnya area khusus wanita, ini membuktikan betapa kaum pria sangat menyayangi wanita. Kaum pria ingin melindungi wanita dari hal-hal yang tidak mereka inginkan.

Sebanarnya kaum pria sangat peka terhadap teriakan-teriakan wanita yang merasa menjadi  korban pelecehan seksual. Kaum pria sangat memahami rintihan-rintihan kaum hawa yang menuntut kenyamanan. Tapi jurtru kaum wanita lah yang tidak peka terghadap diri mereka sendiri, apalagi terhadap kaum pria.

Wanita tak tahu diuntung.
Saya jadi bingung sendiri ketika melihat wanita-wanita yang tak tahu diuntung seperti ini. Sudah disediakan tempat khusu untuk mereka, tapi nyatanya mereka lebih senang berada ditengah krumunan pria. Sudah disediakan fasilitas khusus mereka, tapi realitanya mereka senang menggunakan fasilitas pria.

Jika seperti ini kondisinya, apa masih pantas kita menggubris teriakan meraka? Apa masih layak mendengarkan rintihan mereka?

Atau jangan-jangan teriakan mereka hanya aksi untuk menggoda pria? Atau rintihan mereka hanya bagian dari sikap lebay mereka? Atau  memang mereka suka menggoda pria?
Wanita seperti ini sangat gemar mengumbar pernyataan jika mereka adalah korban pelecehan seksual. Padahal merekalah pelakunya.
Wahai wanita, mengertilah!!



Oleh: Ahmad Hilmi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

About