Pages

Jumat, 07 Februari 2014

Nikmatnya Dunia Itu Relatif

Selepas sholat magrib ada seorang kawan yang mengajak saya ke warung makan lesehan, ikan bakar.
“Alhamdulillah tadi siang saya habis gajian.” Tuturnya.
Sampailah kita di warung yang dituju. Sambil menyantap ikan nila bakar kita berbincang ringan seputar makna hidup. Tiba-tiba dia berujar, “Enak ya bro kalau tiap malam atau bahkan tiap kali makan kita bisa menyantap ikan bakar kayak gini trus”.
“Gak juga bro, malam ini kita bisa merasakan kalau ikan bakar ini nikmat, karena kita jarang makan. Paling setiap kali gajian doang.”
“Kalau kita makannya tiap hari kaya gini pasti bosen, gak nikmat lagi.” sambungku.
“Ah masak sih?” hanya kalimat pendek itu saja sebagai sanggahannya atas pernyataan saya tadi.

Minggu, 02 Februari 2014

Kelebihan Percaya Diri = Obesitas

PeDe (percaya diri) merupakan satu nikmat dan karunia dari Allah subhanuhu wata’ala yang wajib disyukuri. Bagaimana tidak, ketika sebagian orang tidak bisa menyampaikan buah pikirannya karena alasan tidak percaya diri, orang yang punya rada Pede mampu melakukannya. Kala sebagian orang merasa kerdil bak batu kerikil yang sanagt kecil, si pemilik rasa PeDe mampu unjuk gigi dengan segala gagasan dan opininya.

Layaknya sebagai sebuah nikmat, PeDe juga bisa berubah menjadi laknat. Ya, ketika berlebihan. Berat badan yang bertanbah akan terlihat ideal jika sesuai dengan postur tubuh. Bahkan, si pemilik badanpun akan semakin terlihat anggun dan gagah dengan paduan berat badan dan postur tubuh yang ideal tersebut. Hal ini akan terlihat sangat berbeda ketika postur tubuh yang tidak tinggi tetapi berat badan yang berlebih. Obesitas namanya. Bukan hanya kehilangan keanggunannya, tapi juga malah terlihat lemah dan lesu dan gak pantes.

PeDe memang bagus, ketika tidak berlebihan dan dikontrol sesuai kemampuan.
 

Blogger news

About