Pages

Jumat, 27 November 2015

Selamat Hari [Ibuk Bapak] Guru


Mesra ya.. Itu beliau berdua Bapak dan ibukku. Foto itu kiriman dari adik yang diambil beberapa hari lalu di pinggir salah satu pantai di Kalianda, Lampung Selatan selepas menghadiri wisuda S1-nya si bontot.


Dari 5 putranya, sebagian ada yang lulus sampai jenjang SMA, ada juga yang lulus S1, ada juga yang sedang menempuh pendidikan S2 dan ada juga yang sedang menempuh Jenjang S3. Ala kulli hal, semua putranya mengenyam pendidikan formal. Hebat ya? bisa jadi. Tapi tentu saja lebih hebatan gurunya dari pada muridnya.
Yup, sebelum kita putra-putranya mengenyam pendidikan formal di luar sana, beliau berdualah yang berperan sebagai guru dan dosen untuk kita.

Mencoba Berdiri di Antara Dua Ekstrem

Selalu saja ada 3 golongan manusia dalam penilaian kerkait apa yang dilihat dan didengar. Ada yang masuk dalam golongan Ekstrem kanan, ada juga Ekstrem kiri dan ada juga yang pertengahan (Moderat). Akhir-akhir ini, ada beberapa kiyai, ustadz dan juru dakwah yang namanya sedang ngetren di kalangan jagad sosial media. Yang mudah kita ingat, ada Prof. Quraisy Syhab, ada Prof. Said Agil Siroj, ada Gus Nuril, ada Cak Nun dan lain sebagaian dari kalangan pendakwah.

Nama-nama beliau masuk dalam trending topik di sosmed dalam dua versi esktrem, kanan dan kiri. Namun, saya pribadi sulit memilihkan dua ekstrem itu pada tempat yang seharusnya. Sebagai contoh, seorang Said Agil Siroj, beliau seorang yang bergelar Prof. Doktor, dalam bidang agama. Tentu saja, bagi saya yang orang awam, akan melihat beliau adalah orang besar dan intelektual.
 

Blogger news

About