Pages

Senin, 22 Desember 2014

Mereka Yang Gonggongannya Tak lagi Didengar

Hidup bersama di bangsa manusia tak akan pernah luput dari komentar. Apa pun yang dapat dicapai oleh panca indera pasti jadi sasaran kritik. Baik apa yang dilihat, didengar, diraba, dicium/ dihirup, dan juga yang dirasa. Terlepas apakah itu kritik yang membangun atau pun kritik yang memang sudah jadi "hobi". Akan berakhir dengan hasil yang bagus ketika itu kritik yang membangun. Kritik model ini biasanya dibarengi dengan sebuah solusi. "Saya kurang setuju dengan kebijakan seperti ini, dan ini solusi dari saya". Yang seperti itu cerdas, walaupun belum tentu diambil.

Sabtu, 06 Desember 2014

InSyaA Allah, InSya Allah atau In Sya Allah, Mana Yang Benar Penulisan dengan Huruf Latin?

Beberapa saat yang lalu ada seorang kawan yang tanya pada saya seputar ucapan إِن شَاءَ اللهُyang ditulis menggunakan tulisan latin. Yang benar itu “Insya Allah, In Sya’a Allah atau In syaAllah”? Sebagai mana kita maklum, bahwa lafadz itu sering kita tulis dalam pesan singkat (SMS) ketika membuat janji dengan seseorang. Kebingungan kawan saya ini bermula saat dia membaca tulisan di media On Line yang mempermasalahkan makna (arti) yang terkandung jika ditulis dengan penulisan yang kurang pas.

Pasar dan Fenomena Keburukan Kaum "Mutaffifun" (Pelaku Curang)

Di libur akhir pekan, saya sempatkan menemani istri belanja beras di pasar.   Setelah menanyakan kualitas beras beserta harganya di salah satu kios, kemuadian istri mengambil beras seharga Rp. 9000,00/ kg. Biasanya, dengan kisaran harga segitu, sudah bisa memberoleh beras baru dengan kualitas bagus. Begitupun yang diucapkan pedagang dengan sangat meyakinkan. Kalaupun ada kenaikan harga tak akan terlihat signifikan.

Ternyata, setelah dimasak nasi yang dihasilkan beraroma "apek" dengan rasa yang tidak gurih. Ini menandakan beras itu stok lama atau beras baru yang dicampur dengan beras bulog.

Saya dan istri hanya bergumam, "astagfirullah, ternyata bagi sebagian orang mencari rejeki halal itu tak mudah."

Minggu, 30 November 2014

Guru-guru Takut Murid

Dulu, jaman saya masih sekolah di awal tahun 90-an hingga awal 2000-an, guru adalah sosok yang sangat disegani sekaligus ditakuti oleh para murid. Karena pandangan kita saat itu, guru adalah sosok pendidik sekaligus pengganti orang tua di sekolah. Maka hampir tak pernah terjadi orang tua bersebrangan pemikiran dengan guru, apalagi sampai komplen. Guru dan orang tua “Klop” satu pandangan dan misi, MENDIDIK anak.

Kamis, 04 September 2014

Memburu Sebuah Pengakuan


Tiba-tiba saya teringat dengan penggalan syair yang sempat saya hafalkan kala berada di bangku kuliah. Dulu hanya sekedar hafalan lafadz tanpa peresapan makna. Belum lagi, gaya hafalan yang benar-benar payah, penuh keterpaksaan. Karena jujur, saya sering mengalami kesulitan tiap kali menghafal syair-syair para udaba’.

Adalah Abu Al-‘Atahiyah (130 H- 213 H/ 747 M- 825 M), yang bernama asli Isma’il ibn al- Qasim ibn Suwaid al- ‘Aini, pernah bersyair.

يظنّ الناسُ بي خيرًا وإنّي ....... لشرُّ الناسِ إن لم تعفُ عنّي

Sabtu, 23 Agustus 2014

Bukan Tidak Ada, Tapi Tidak Terlalu Dirasa (Cara Menyikapi Masalah Rumah Tangga)

Hampir tidak ada rumah tangga yang tak ada masalah. Dan hampir tidak ada satu pasangan suami-istri mana pun yang tak pernah "berantem" dengan pasangannya. Singkatnya, rumah kita pasti punya masalah.

Tapi nampaknya, ada seseorang yang memandang rumah tangga orang lain, kok sepertinya adem-ayem saja tanpa problem. Hari-harinya selalu di liputi keceriaan dan kebahagiaan. Sedangkan ketika melihat rumah tangganya sendiri yang tampak hanya kesemrawutan, tampak acak-acakan dan penuh persoalan.

Jumat, 22 Agustus 2014

Renungan Jumat: "Modal Sedikit Tapi Ingin Untung Banyak"

Pagi ini saya mengantarkan istri saya belanja ke pasar. Motor saya parkirkan di tepian jalan dekat lapak-lapak pedagang sayur. Saya tengok kanan kiri tak satu pun ada petuga parkir yang mendekat. "Ah, gratis ni", pikir ku.

setelah selesai berbelanja, kami menuju arah tempat motor saya parkiran. Kali ini terlihar ada beberapa tukang parkir. Mereka tetap ditempatnya dengan bergerombol sambil berbincang. Lagi-lagi, tak satu pun dari mereka yang menghampiri saya. Dan pikiran saya pun kembali menerka, "gratis ni parkirnya."

Indah di Mata Tak Se-Indah Dirasa, Bincang Santai Memilih Pasangan


Wajar lah ya, kalau kita berharap punya pasangan yang serba super. Tentunya super-men atau super-women. kalau kamu cowok, ya berharap didampingi Srikandi, dan kalau kamu cewek, ya bisa dilindungi pahlawan seperti Arjuna.

Tapi ternyata, fakta di lapangan (rumah tangga maksudnye), bahwa sebenarnya yang kita butuhkan bukan pasangan yang sempurna. Namun, pasangan yang bisa saling menyempurnakan. Gak percaya?

Rabu, 20 Agustus 2014

Wahai Wanita, Jodoh Seperti Apakah Yang Anda Harapkan?

Jika anda wanita yang memasuki usia menikah, 20 tahun ke atas, ditanya tentang jodoh idaman, sosok pemimpin masa depan, tentu pria sempurna lah jawabannya. Sempurna seperti Nabi Yusuf dari sisi ketampanannya. Seperti Nabi Muhammad SAW, yang sempurna di segala sisinya. Atau seperti Nabi Adam yang yang menempati bumi hanya berdua saja dengan istrinya, Hawa.

Boleh dan sah-sah saja anda berharap mempunyai pemimpin dan imam yang sempurna.

Rabu, 13 Agustus 2014

Berjilbab, Tapi Kok Kelakukaannya Begitu? [Belajar Memahami Ragam Wanita Berjilbab]

Ketika sedang jalan-jalan di pusat perbelanjaan di daerah Malioboro, Jogjakartra, kami melewati counter makanan siap saji. Terlihat banyak muda-mudi sedang kongkowdengan hidangan di depan mereka.  Setelah berlalu dari tempat itu, tiba-tiba anak saya berkomentar dengan agak heran, “Abi, tadi kok ada mbak-mbak kok ngrokok ya? Kayak cowok aja.” Saya hanya menjawab pendek saja, “yang kayak gitu gak baik ya, Dik.”

Kebetulan, wanita muda yang merokok tadi dia juga mengenakan jilbab. Rapi, menurut saya. Hanya yang membuat aneh pandangan kita, dia merokok dan dilakukan ditempat umum.

Selasa, 12 Agustus 2014

Jilbab dan Jilb**bs, Antara Kenyataan dan Pemakluman

Belakangan ini, tersebar istilah plesetan baru dalam model jilbab. Banyak anak muda menyebutnya jilb**b. Dari katanya saja kita sudah bisa memahami maksud istilah itu.

Sebagai seorang muslim, munculnya plesetan itu tentu membuat rasa pilu hati kita semua. Bagaimana tidak, jilbab yang seharusnya jadi identitas muslim dan pakaian kehormatan, kali ini malah menjadi bahan candaan dan guyonan. Dan tak jarang, kita yang punya ilmu agama yang lebih, malah ikut mempopulerkan plesetan itu dalam guyonan dan candaan.

Minggu, 15 Juni 2014

Aqiqah, Sampai Kapan Boleh Dilaksanakan?

Diantara perlakuan baik yang dilakukan orang tua kepada anaknya adalah dengan cara menyelenggarakan ibadah aqiqah untuknya. Tapi kenyataannya, tidak semua orang tua mampu menyembelihkan hewan aqiqah untuk anaknya tepat setelah kelahirannya atau tujuh hari setelahnya. Yang paling sering menjadi kendala terselenggaranya ibadah ini ialah faktor ekonomi. Maka pertanyaan selanjutnya adalah, haruskah aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7 atau boleh dilaksanakan di luar hari itu?

Sabtu, 14 Juni 2014

Wanita Haid Membaca Al-Quran, Bolehkah?

Haid dan nifas merupakan dua keadaan yang masuk dalam katagori hadats besar, seperti halnya junub karena jima’ (red: hubungan suami istri) dan juga mimpi basah. Keadaan seperti ini menyebabkan seseorang terhalang untuk melakukan beberapa ibadah, seperti sholat, puasa, membaca al-Quran, dsb.

Akan tetapi, hadast yang disebabkan haid dan nifas sangat berbeda dengan jima’ dan mimpi basah dalam hal proses. Wanita haid dan nifas tidak bisa memperkirakan dengan tepat kapan ia bisa  memulai dan berhenti dari haidnya atau nifasnya. Berbeda dengan jima’, yang mulainya bisa diperkirakan dan bisa bersuci kapan pun dia mau.

Senin, 02 Juni 2014

Masjid [katanya] Mau Dimata-matai, Siapa Bertanggung Jawab?


Beberapa hari ini, santer tersebar berita tentang rencana salah satu parpol untuk “memata-matai” khutbah jumat di masjid-masjid. Sontak, berita ini membuat geram ummat Muslim sebagai objek mata-mata.


Mengenai kebenaran berita, saya pribadi ikut terbawa arus derasnya berita tersebut. Kekhawatiran akan kembalinya kegelapan orba turut menghantui. Setiap kata yang akan dikhotbahkan wajib dibuatkan teks tertulis dan disensor oleh pemerintah setempat, perangkat desa dan kecamatan.

Sabtu, 31 Mei 2014

Kampanye Politik dan Ke-netralan Lembaga Pendidikan


Saat ini, jelang pilpres, semua manusia Indonesia sibuk mengkampanyekan calon pilihannya. Baik kampanye pribadi (secara individu) maupun kelompok. Dari sekian banyaknya lembaga, kelompok masyarakat yang terlibat kampanye, ada satu lembaga yang seharusnya netral dan tidak terlibat langsung kampanye tersebut. Ya, itu lembaga pendidikan.

Pondok pesantren, sekolah, kampus, dan lainnya dari macam lembaga pendidikan, sudah seharusnya bersikap netral tidak mendukung secara langsung calon idamannya. Karena, walau bagaimana pun, lembaga pendidikan adalah lembaga milik bersama yang didalamnya terkumpul banyak manusia dalam satu misi pendidikan. Kebersamaan misi ini selayaknya

Rabu, 21 Mei 2014

Mengapa Harus Fiqih Perbandingan?

Sering kali kita mendengar pertanyaan dalam menyikapi perbedaan bentuk ibadah, "kenapa fiqih ibadah itu tidah satu saja, agar tidak terjadi kebingungan di tengah ummat?". Atau dalam bahasa yang lain, "hampir setiap ormas Islam atau jama'ah Islam sudah memiliki cara ibadah menurut madzhab yang diikutinya. Lantas, untuk apa lagi harus belajar fiqih perbandingan?"

Kenapa tidak belajar satu madzhab saja?
Sebagai orang awam, yang paling mudah kita lakukan, kita hanya belajar satu madzhab dan kemudian kita jadikan sebagai panduan ibadah kita. Sebenarnya itu sudah cukup dan tidak perlu lagi belajar perbandingan madzhab.
Tapi..

Minggu, 18 Mei 2014

Menawar Kematian

"Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat?"

Rahasia. Ya, sebuah kata yang seringkali digunakan untuk menyifati kematian. "Kematian adalah rahasia illahi". Tidak satupun makhluk bernyawa yang tahu kapan nyawanya akan diambil oleh sang Peciptanya.

Rabu, 07 Mei 2014

Anyang-anyangan, Dalam Pandangan Fiqih

Jumhur ulama sepakat bahwa semua yang keluar melalui dua jalan, qubul dan dubur, membatalkan wudhu dan sholat. Baik yang keluar itu veses, air seni, madzi, wadi, mani, maupun angin. Jadi, secara singkat bahwa semua itu membatalkan wudhu.

Tapi bagaimana dengan orang yang menderita anyang-anyangan?

Remaja Harus Melek Fiqih

Ketika disebut kata “fiqih”, seringkali bayangan kita sebagai orang awam, terlebih remaja, dihadapkan pada suasana klasik, kuno dan jauh dari modernitas. Jadi, seakan orang yang mau mempelajari fiqih hanyalah mereka yang sudah masuk usia lanjut serta mempunyai kepentingan di bidang agama, seperti pendakwah dan guru.

Memang, fiqih merupakan warisan keilmuan klasik yang ada sejak lama. Toh seperti itu, bukan berarti ia bisa disebut sebagai ilmu yang termakan oleh peradaban modern. Bahkan, dimana pun dan kapan pun, fiqih akan selalu dibutuhkan oleh semua generasi umur manusia, terlebih remaja.

Jumat, 02 Mei 2014

Ketika Darah Haid & Nifas Berhenti di Waktu Ashar atau Isya’

Sebagian besar wanita atau bahkan semua wanita yang sedang haid atau nifas, mereka tidak bisa memastikan kapan darah akan berhenti. Kalaupun bisa, itu juga hanya prediksi (perkiraan) hari atau tanggalnya saja. Bukan waktu jam secara akurat. Bisa saja darah itu berhenti di antara dua waktu sholat yang bisa dijamak. Contoh,waktu Ashar dengan Dhuhurnya atau waktu Isyak dengan Magribnya.

Nah, ketika seorang wanita berhenti haid atau nifasnya di waktu Ashar atau Isyak, Sholat apa yang harus dia lakukan? Apakah dia hanya mengerjakan sholat Ashar atau Isyak saja, atau dia wajib menjamaknya dengan sholat sebelumnya, Magrib dan Isyak, Dhuhur dan Ashar?

Darah Haid Keluar Sesaat Setelah Masuk waktu Sholat, Wajib Qadak Sholat?

Sebagian wanita ada yang bisa memprediksi kapan haidnya akan datang dengan tanda-tanda khusus, seperti sakit perut (mules) dsb. Tapi tak jarang juga, haid datang tanpa tanda dan gejala.

Bagi wanita yang haidnya datang tiba-tiba tanpa gejala sebelumnya yang bertepatan dengan masuknya waktu sholat (beberapa saat) apakah wajib mengqadak atau tidak?
Dalam hal ini ulama berbeda pendapat, ada yang mewajibkan qodak ada yang tidak.

1. Wajib Qadak
Pendapat ini didasari oleh hadis Rosulullah SAW yang artinya:

Selasa, 29 April 2014

Sentuhan Kulit Dengan Lawan Jenis, Membatalkan Wudhu?

Masalah batalnya wudhu karena sebab bersentuhan kulit dengan lawan jenis, memang menjadi masalah khilafiyah dalam fiqh. Ada ulama yang menganggap bahwa sekedar bersentuhan tidak membatalkan secara mutlak. Ada juga yang menambahkan, batal wudhunya jika dilakukan dengan syahwat (dorongan seksual). Juga ada yang berpendapat wudhu tidak batal jika ada hail (penghalang).
Dari perbedaan ini, ada baiknya kita menyimak argumen para ulama pada pendapat yang mereka bela.

Jumat, 25 April 2014

Ah, Itukan Hanya Simbol

Teringat sebuah peristiwa belasan tahun silam, tepatnya awal tahun 2000an, ketika Bapak saya harus dicekal dari aktivitas dakwahnya. Beliau dilarang mengisi pengajian untuk para bapak, pengajian khusus kaum ibu sampai khotbah jumat pun ikut diberhentikan.

Di awal melenium kedua itu, beliau tidak sedang berhadapan dengan kader PKI, apalagi ikut jadi kader

Hei Lo, Jangan Rebut Masjid Gue!

Ada cerita menarik yang sering saya dengar seputar penguasaan masjid. Konon katanya, masjid yang ada di sebrang jalan itu dibangun oleh ormas A. Setelah beberapa tahun berjalan, ternyata masjid itu beralih pengelolaannya oleh ormas B.

Mengetahui hal itu, ormas A yang merasa pihak yang ‘mbangun’ jadi muring (red: ngamuk), kebakaran jenggot dan kumis. Sumpah

Selasa, 22 April 2014

Ujian Nasional (UN), Ujian Kejujuran Bagi Sekolah dan Dewan Guru

Selain dituntut untuk lulus UN, para siswa juga dituntut untuk mendapatkan kelulusan itu dengan penuh kejujuran. Dan tidak sedikit dari siswa yang kemudian menganut doktrin jujur itu. Apapun hasilnya, jika diperoleh dengan usaha yang jujur, maka itulah hasil akhir yang terbaik.

Tapi sayangnya, ketika doktrin itu telah menancap kuat di hati para siswa, justu pihak sekolah merasa was-was dan khawatir. Kehawatiran sekolah yang semacam ini sangat beralasan. Pasalnya, tingkat kelulusan menjadi salah satu penentu nasib sekolah ke depannya.

Minggu, 20 April 2014

Sudahlah, Gak Usah Terlalu Idealis

Kata ‘ideal’ atau ‘idealis’ seringkali digunakan untuk menyifati sebuah perilaku yang sesuai aturan. Sebagai seorang muslim, seharusnya kita berlaku jujur dan tidak curang. Idealnya seperti itu. Jadi, jika kita tidak berlaku jujur dan berbuat curang maka kita sudah bisa disebut tidak ideal.

Tapi, adakalanya manusia membuat standart idealnya menurut versinya sendiri. Tentu, standart ideal yang ia buat akan sangat berbeda dengan standart ideal versi syariah.

Jumat, 18 April 2014

Pesantren, Bukan Cetakan Batu Bata

Sebagian orang kadang salah dalam memahami dunia pesantren. Mereka menganggap bahwa pesantren itu seperti cetakan batu bata. Tanah liat yang bukan apa-apa dan berupa onggokan tak berbentuk, bisa berubah menjadi batu-bata setelah melewati cetakan. Seandainya bisa berbicara, tanah liat yang dimasukkan ke dalam cetakan pasti ada yang mau masuk dengan suka rela dan ada juga yang malas-malasan. Tapi, hasil akhir dari tanah liat yang suka rela dan yang malas-malasan adalah sama, batu-bata.

Nganggur Lebih Berbahaya Dari pada Sibuk

Bagi sebagian orang, terlalu sibuk dengan banyaknya aktivitas bisa menyebabkan kepala 'puyeng', bahkan kalau parah bisa bikin stres. Tapi, stres seperti ini bisa dicegah jika belum terjangkit dan mudah diobati jika telah terserang.

Sebagai upaya pencegahan, kita bisa menata semua agenda dengan rapi, sehingga tidak ada penumpukan dan benturan acara. Pada dasarnya, kita hanya punya dua tangan, maka jangan sampai kita menghadapi banyak pekerjaan dalam satu waktu.

Jika sudah terjangkiti suasana stres, mungkin kita musti refresing secukupnya. Yang jelas, relaksasi pikiran & badan perlu dilakukan agar tak terjadi ketegangan yang berlebihan.

*******

Pesantren, Solusi Sekolah Murah yang Tidak Murahan

Bagi para orang tua, menyekolahkan anak di sekolah berkualitas adalah harapan. Tapi sayangnya, sekolah yang dikenal dengan kualitas baiknya, biasanya ‘mematok’ harga tinggi juga. “Ono rego, ono rupo”, demikian ungkapan orang Jawa dalam menilai kualitas berdasarkan harga.

Di samping berharap anaknya bisa bersekolah di sekolah berkualitas secara akademik, mereka juga berharap anaknya memiliki moral yang baik. Sebagai seorang Muslim, paling tidak pengetahuan agama tidak “Nol”. Penulis katakan seperti ini karena jam pelajaran agama sangat minim di sekolah. jadi, untuk memenuhi dua kebutuhan itu, akademik yang baik serta muatan agama yang cukup, maka pesantrenlah sosusinya.

Rabu, 16 April 2014

Menyoal Ucapan Syahadat Orang Lain Karena Politik

Tentu, kita masih ingat peristiwa peperangan kaum Muslimin melawan sekelompok kaum dari kabilah Juhaynah. Di situ, Usamah bin Zaid, sahabat Rosulullah, membunuh seseorang yang telah bersyahadat dalam keadaan terjepit. Usamah bin Zaid menganggap syahadat yang diucapkan orang tersebut hanya pura-pura dan mencari aman. Karena memang, jika dilihat dari teori perang, dia (orang tersebut) sudah tidak mampu membuat perlawanan. Lantas dia bersyahadat. Sebagai manusia biasa yang tidak bisa mengintip hati orang lain, apa yang dilakukan Usamah bukan sesuatu yang salah.

Kabar terbunuhnya orang yang telah bersyahadat tersebut, sampai ketelinga Rasulullah. Sambutan beliau bukan dengan senyum kebanggaan. Bukan juga dengan ucapan, “wah, kamu hebat, Usamah, karena kamu telah membunuh orang yang telah ber-taqiyah dengan syahadat juga berpura-pura masuk Islam.” Bukan itu sambutan Rasulullah. Justru Rasulullah marah besar atas tindakan yang dilakukan Usamah meskipun dia telah menjelaskan kronologinya.

Sabtu, 12 April 2014

Menyikapai Berita, Tabayyun atau Tajassus?

Crosscheck atau 'tabayyun' dalam bahasa Arab, merupakan cara yang diajarkan Islam dalam mendengar dan menerima berita.

Secara harfiyah, 'tabayyun' berarti mencari kejelasan dan keterangan yang sesunggungnya. Ada juga kata 'tajassus', masih dalam bahasa Arab, yang berarti juga mencari-cari berita. Namun, kata 'tajassus' mempunyai arti negativ dalam penggunaannya, yaitu mencari berita dengan cara memata-matai, dan lebih fokus pada berita buruk dan aib pihak lain. Pemahaman kata 'tajassus' juga ada di dalam QS. Alhujurat.

Sabtu, 05 April 2014

Saya Mendukung Pemilu, Bukan Membenci

Pemilu, yang sebentar lagi digelar, tidak bisa dipisahkan dengan aksi sosialisasi dan pengenalan. Ya, kita menyebutnya kampanye.

Kalau mau jujur, sebenarnya ada sisi kemiripan antara kampanye politik dan iklan dagangan. Keduanya sama-sama ingin dipilih dan dibeli. Cara menjajakannya pun nyaris tak ada beda, “dipilih-dipilih, 10 ribu tiga.” Dan yang tak kalah ‘kerennya’ lagi adalah atribut iklan yang digunakan, ramai dan terkesan murah meriah.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan iklan-iklan politik semacam itu. Semua sah-sah saja untuk dilakukan, asalkan beretika.
Janji yang disampaikan rata-rata manis dan sedap didengar. Tapi sayang, cara yang digunakan untuk menyampaikan sangat jauh dari etika.

Hari Kampanye Terakhir, Semakin Parno Dengan GOLPUT

Katanya, 5 April ini adalah kampanye terakhir yang dijadwalkan KPU jelang Pemilu. Saya bilang katanya, karena saya yakin tidak semua parpol pemilu dan caleg rela berhenti kampanye tepat pada tanggal yang dijadwalkan KPU.
Sebelum surat suara benar-benar dicoblos, saya yakin betul akan ada yang curi-curi kesempatan dan waktu untuk kampanye. Terlebih lagi, kampanye anti GolPut, alias anti tidak nyoblos.
Untuk kampanye anti golput, ada beragam isu yang dihembuskan agar bisa mempengaruhi pendirian para GOLPUTER.

Jumat, 07 Februari 2014

Nikmatnya Dunia Itu Relatif

Selepas sholat magrib ada seorang kawan yang mengajak saya ke warung makan lesehan, ikan bakar.
“Alhamdulillah tadi siang saya habis gajian.” Tuturnya.
Sampailah kita di warung yang dituju. Sambil menyantap ikan nila bakar kita berbincang ringan seputar makna hidup. Tiba-tiba dia berujar, “Enak ya bro kalau tiap malam atau bahkan tiap kali makan kita bisa menyantap ikan bakar kayak gini trus”.
“Gak juga bro, malam ini kita bisa merasakan kalau ikan bakar ini nikmat, karena kita jarang makan. Paling setiap kali gajian doang.”
“Kalau kita makannya tiap hari kaya gini pasti bosen, gak nikmat lagi.” sambungku.
“Ah masak sih?” hanya kalimat pendek itu saja sebagai sanggahannya atas pernyataan saya tadi.

Minggu, 02 Februari 2014

Kelebihan Percaya Diri = Obesitas

PeDe (percaya diri) merupakan satu nikmat dan karunia dari Allah subhanuhu wata’ala yang wajib disyukuri. Bagaimana tidak, ketika sebagian orang tidak bisa menyampaikan buah pikirannya karena alasan tidak percaya diri, orang yang punya rada Pede mampu melakukannya. Kala sebagian orang merasa kerdil bak batu kerikil yang sanagt kecil, si pemilik rasa PeDe mampu unjuk gigi dengan segala gagasan dan opininya.

Layaknya sebagai sebuah nikmat, PeDe juga bisa berubah menjadi laknat. Ya, ketika berlebihan. Berat badan yang bertanbah akan terlihat ideal jika sesuai dengan postur tubuh. Bahkan, si pemilik badanpun akan semakin terlihat anggun dan gagah dengan paduan berat badan dan postur tubuh yang ideal tersebut. Hal ini akan terlihat sangat berbeda ketika postur tubuh yang tidak tinggi tetapi berat badan yang berlebih. Obesitas namanya. Bukan hanya kehilangan keanggunannya, tapi juga malah terlihat lemah dan lesu dan gak pantes.

PeDe memang bagus, ketika tidak berlebihan dan dikontrol sesuai kemampuan.
 

Blogger news

About