Pages

Jumat, 24 Mei 2013

Sholat Kok Sambil Jalan?

sering kita menjumpai orang yang sedang sholat pindah tempat, dari satu shof (baris) ke shof yang lain di depan nya. Baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah. Terkadang perpindahannya pun tidak hanya cukup satu shof saja, bahkan bisa lebih dari itu.

Hal ini terjadi biasanya orang yang sholat tersebut ketika siap untuk melalukan Takbitratul Ihram, dia mencari sesuatu yang bisa dia jadikan sutrah. Dia berdiri di belakang sutrah tersebut agar tidak ada orang yang melintas di depanya.

Terkadang sesuatu yang dia jadikan sutrah adalah orang yang sedang duduk bedzikir atau orang yang juga sedang melaksanakan sholat. Boleh jadi orang yang dijadikan sutrah tersebut pergi dari tempat tersebut.

Nah, parahnya ketika orang yang di depannya tersebut pergi, maka mau tak mau dia kehilangan sutrahnya. Pada saat sutrahnya hilang maka dia berusaha mencari sutrah baru dengan pindah ke shof di depannya. Alih-alih ingin mendapatkan kekhusyuan sholat dengan sutrah, tetapi yang terjadi justru dia disibukkan dengan pindah tempat dari shof ke shof yang lain.

Senin, 20 Mei 2013

Awas, Sepupu Bukan Mahram..!!!!



Saudara Sepupu dalam kamus besar bahasa Indonesia ( KBBI) berarti hubungan kekerabatan antara anak-anak dari  dua orang bersaudara; atau saudara senenek. Atau hubungan kekerabatan antara anak-anak dari dua orang bersaudara atau saudara senenek/ sekakek. Atau  juga anak dari saudara perempuan ayah/ ibu dan anak dr saudara laki-laki ayah/ ibu.

Contoh kasus:
1.      Afif dan Luthfi adalah kakak beradik (saudara  kandung), keduanya memiliki anak, Fahmi dan Milah. Maka Fahmi dan Milah adalah saudara sepupu sekakek dan senenek.

2.    Ahmad dan Fatimah adalah kakak beradik seayah( saudara seayah), masing- masing memiliki anak yang bernama  Aisyah dan Ibrahim. Makan Aisyah dan Ibrahim adalah saudara sepupu sekakek.

3.      Aminah dan Zainab adalah kakak beradik seibu (saudara seibu), masing-masing memiliki anak, Muhammad dan  Khadijah. Maka Muhammad dan Khadijah adalah saudara sepupu senenek.

Kamis, 16 Mei 2013

GURU BUKAN PENDIDIK

Guru Bukan pendidik

Di sebuah sekolah, setingkat SMA, ada seorang guru mata pelajaran Matematika yang pandai. Dia begitu menguasai materi yang disampaikan kepada muridnya. Bahkan banyak murid yang akhirnya menguasai pelajaran matematika dengan penjelasannya.

Disisi yang lain, ternyata para murid yang sudah dia pandaikan tidak menghormatinya dan tidak segan terhadapnya. Bahkan para murid terkesan acuh terhadapnya. Bila disimpulkan, guru ini tidak ada harganya di mata para murid.

Kenapa bisa terjadi seperti ini?

Ternyata sikap tidak hormat yang ditampakkan para murid terhadap guru ini sangat beralasan. Mengingat guru ini dikenal sebagai penjudi dan pemabuk (peminum MIRAS) di lingkungan tempat tinggalnya.
 

Blogger news

About