Pages

Minggu, 30 November 2014

Guru-guru Takut Murid

Dulu, jaman saya masih sekolah di awal tahun 90-an hingga awal 2000-an, guru adalah sosok yang sangat disegani sekaligus ditakuti oleh para murid. Karena pandangan kita saat itu, guru adalah sosok pendidik sekaligus pengganti orang tua di sekolah. Maka hampir tak pernah terjadi orang tua bersebrangan pemikiran dengan guru, apalagi sampai komplen. Guru dan orang tua “Klop” satu pandangan dan misi, MENDIDIK anak.


Coba dech kita inget-inget lagi jaman masih berseragam, ketika terjadi sesuatu “yang kurang menyenangkan” di sekolah, dihukum guru, dapat nilai merah, pasti gak ada yang berani laporan ke orang tua. Tahu kenapa? karena kalau laporan jutsru di rumah bisa dapet tambahan hukuman dari orang tua, atau minimal di ceramahin. Itu karena orang tua faham betul anaknya dihukum karena berbuat kesalahan. Mereka tahu betul nilai merah di raport karena anaknya belum faham pelajaran.

Bahkan, orang tua saya pernah mendatangi kepala sekolah dan wali kelas gara-gara menaikkan adik saya ke kelas berikutnya. Asalannya sederhana, adik saya hampir satu caturwulan (4 bulan) tidak masuk sekolah karena suatu halangan sehingga banyak pelajaran tertinggal. Perhitungan ibuk saya, kalau adik dinaikkan, khawatir jika nanti meresa keberatan dengan materi pelajaran.

Itu gambaran sekolah dan pendidikan jaman “doeloe”, ketika guru dan orang tua masih satu kata, satu asa dan satu cita. Dan bagaimana dengan sekolah hari ini? Dan bagaimana hubungan guru, murid dan walinya?

Beberapa waktu yang lalu, terdengar berita tentang seorang kepala sekolah yang dijebloskan ke “kurungan” gara-gara ada muridnya yang tidak naik kelas. Si wali murid yang gak terima anaknya tinggal kelas, lantas melaporkan kejadian ini ke polisi dan di selesaikan melalui meja hijau. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian tentang civitas di lembaga pendidikan yang diancama oleh wali murid gara-gara sikap tidak terima anaknya tak naik kelas atau nilainya merah. Menyedihkan sekali.

Ada lagi kejadian guru dikurung karena kasus penganiayaan. Sadis ya kalau pakai istilah “penganiayaan?” mungkin saja terjadi, guru menganiaya murid. Tapi itu jarang. Yang sering adalah anak berbuat salah, melakukan pelanggaran, kemudian dihukum. Itu baru benar. Bukan penagniayaan.

Masalahnya kemudian, aduan anak yang seperti itu disikapi dengan bodoh oleh orang tua. Apa yang dianggap merugikan langsung dibawa ke ranah hukum, polisi, pengadilan, dan penjara. Maka yang terjadi di lembaga-lembaga pendidikan saat ini, “GURU TAKUT MURID”. Jelas sekali.

Bentuk takutnya: pertama, guru tak berani memberi nilai merah pada murid. Harus di atas nilai KKM (kreteria ketuntasan minimal) sekalipun siswa itu tak bisa. kalau sampai kurang dari nilai KKM, maka guru siap memberi bukti di hadapan wali, nilai asli, perangkat bembelajaran, sudah diremidi (ujian ulang) atau belum, dan sudah dilakukan berapa kali dan mungkin juga ditanya seberapa berkualitas guru yang mengajar. Kalau ada murid tidak naik kelas berati guru tak berkualitas.

Kedua, jika tak dinaikkan juga, maka orang tua akan menggugat ke pengadilan dan seringnya akan berakhir di bui.

Penyelesaian yang paling mudah dilakukan guru hanya satu, “menyerah sebelum perang”. Ya, dari pada repot-repot berurusan dengan hukum, lebih baik mememberi nilai di atas KKM sekalipun murid tidak menguasai materi pelajaran. Belum lagi jika dinilai secara materi, gaji guru yang tidak seberapa akan “ludes” tanpa ampun untuk urusan di pengadilan. Hemmm, lagi-lagi sedih.

Lantas bagaimana dengan si murid sendiri?

Seringnya, murid dan wali yang model seperti (suka menggugat) dan tidak terima dengan kejadian di sekolah, adalah mereka yang orentasi sekolahnya hanya mencari pengakuan, dan formalitas belaka. Pinter gak pinter, bisa gak bisa, yang penting dapat ijazah. Dan jika ini dibiarkan, maka terlihat sekali kuliatas pendidikan kita semakin merosot dari segala sisinya (pengetahuan dan moral).

Dan ini lah calon-calon pemimpin masa depan.

Wallahu a’lam bi As- Shawab


Oleh: Ahmad Hilmi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

About