Dulu, jaman saya masih sekolah di awal tahun 90-an hingga awal 2000-an, guru adalah sosok yang sangat disegani sekaligus ditakuti oleh para murid. Karena pandangan kita saat itu, guru adalah sosok pendidik sekaligus pengganti orang tua di sekolah. Maka hampir tak pernah terjadi orang tua bersebrangan pemikiran dengan guru, apalagi sampai komplen. Guru dan orang tua “Klop” satu pandangan dan misi, MENDIDIK anak.
Minggu, 30 November 2014
Kamis, 04 September 2014
Memburu Sebuah Pengakuan
Tiba-tiba saya teringat dengan penggalan syair yang sempat saya hafalkan kala berada di bangku kuliah. Dulu hanya sekedar hafalan lafadz tanpa peresapan makna. Belum lagi, gaya hafalan yang benar-benar payah, penuh keterpaksaan. Karena jujur, saya sering mengalami kesulitan tiap kali menghafal syair-syair para udaba’.
Adalah Abu Al-‘Atahiyah (130 H- 213 H/ 747 M- 825 M), yang bernama asli Isma’il ibn al- Qasim ibn Suwaid al- ‘Aini, pernah bersyair.
يظنّ الناسُ بي خيرًا وإنّي ....... لشرُّ الناسِ إن لم تعفُ عنّي
Sabtu, 23 Agustus 2014
Bukan Tidak Ada, Tapi Tidak Terlalu Dirasa (Cara Menyikapi Masalah Rumah Tangga)
Hampir tidak ada rumah tangga yang tak ada masalah. Dan hampir tidak ada satu pasangan suami-istri mana pun yang tak pernah "berantem" dengan pasangannya. Singkatnya, rumah kita pasti punya masalah.
Tapi nampaknya, ada seseorang yang memandang rumah tangga orang lain, kok sepertinya adem-ayem saja tanpa problem. Hari-harinya selalu di liputi keceriaan dan kebahagiaan. Sedangkan ketika melihat rumah tangganya sendiri yang tampak hanya kesemrawutan, tampak acak-acakan dan penuh persoalan.
Jumat, 22 Agustus 2014
Renungan Jumat: "Modal Sedikit Tapi Ingin Untung Banyak"
Pagi ini saya mengantarkan istri saya belanja ke pasar. Motor saya parkirkan di tepian jalan dekat lapak-lapak pedagang sayur. Saya tengok kanan kiri tak satu pun ada petuga parkir yang mendekat. "Ah, gratis ni", pikir ku.
setelah selesai berbelanja, kami menuju arah tempat motor saya parkiran. Kali ini terlihar ada beberapa tukang parkir. Mereka tetap ditempatnya dengan bergerombol sambil berbincang. Lagi-lagi, tak satu pun dari mereka yang menghampiri saya. Dan pikiran saya pun kembali menerka, "gratis ni parkirnya."
Indah di Mata Tak Se-Indah Dirasa, Bincang Santai Memilih Pasangan
Wajar lah ya, kalau kita berharap punya pasangan yang serba super. Tentunya super-men atau super-women. kalau kamu cowok, ya berharap didampingi Srikandi, dan kalau kamu cewek, ya bisa dilindungi pahlawan seperti Arjuna.
Tapi ternyata, fakta di lapangan (rumah tangga maksudnye), bahwa sebenarnya yang kita butuhkan bukan pasangan yang sempurna. Namun, pasangan yang bisa saling menyempurnakan. Gak percaya?
Rabu, 20 Agustus 2014
Wahai Wanita, Jodoh Seperti Apakah Yang Anda Harapkan?
Jika anda wanita yang memasuki usia menikah, 20 tahun ke atas, ditanya tentang jodoh idaman, sosok pemimpin masa depan, tentu pria sempurna lah jawabannya. Sempurna seperti Nabi Yusuf dari sisi ketampanannya. Seperti Nabi Muhammad SAW, yang sempurna di segala sisinya. Atau seperti Nabi Adam yang yang menempati bumi hanya berdua saja dengan istrinya, Hawa.
Boleh dan sah-sah saja anda berharap mempunyai pemimpin dan imam yang sempurna.
Rabu, 13 Agustus 2014
Berjilbab, Tapi Kok Kelakukaannya Begitu? [Belajar Memahami Ragam Wanita Berjilbab]
Ketika sedang jalan-jalan di pusat perbelanjaan di daerah Malioboro, Jogjakartra, kami melewati counter makanan siap saji. Terlihat banyak muda-mudi sedang kongkowdengan hidangan di depan mereka. Setelah berlalu dari tempat itu, tiba-tiba anak saya berkomentar dengan agak heran, “Abi, tadi kok ada mbak-mbak kok ngrokok ya? Kayak cowok aja.” Saya hanya menjawab pendek saja, “yang kayak gitu gak baik ya, Dik.”
Kebetulan, wanita muda yang merokok tadi dia juga mengenakan jilbab. Rapi, menurut saya. Hanya yang membuat aneh pandangan kita, dia merokok dan dilakukan ditempat umum.
Langganan:
Postingan (Atom)







