Sebenarnya, secara
keseluruhan dunia internet adalah dunia netral. Netral yang berarti mencakup
sisi positif dan negatif secara bersamaan, tidak memihak ke salah satu sisi manapun. Jadi tidak bisa kita katakan jika
internet itu semua isinya positif, atau semuanya negatif. Oleh sebab itu
penilaian positif negatif bukan pada internetnya, tapi lebih kepada
penggunanya. Ya, seperti pisau dapur, akan bernilai positif jika diguanakan
untuk memotong dan mengolah sayuran, dan akan berakibak negatif jika digunakan untuk melukai orang lain atau
bahkan untuk membunuh.
Rabu, 25 Desember 2013
Senin, 18 November 2013
Sumpah, Gue Galau
Sejauh ini, saya
mendengar kata galau hanya dari remaja-remaja yang baru menginjak usia puber,
ABG, anak baru gede. Tema galau yang sering mewarnai kehidupan merekapun tidak
jauh-jauh dari urusan pacar dan teman dekat atau juga masalah fashion dan
penampilan. Belum punya pacar, galau. Putus hubungan pacaran, galau. Wajah berjerawat,
galau. Dalam kondisi seperti ini, biasanya aktifitas harian jadi gak karuan,
makan tak enak, tidur tak nyenyak, hanya buang (maaf) hanyak yang banyak.
Sebenarnya apa
sih makna galau sendiri jika dilihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)?
Galau : ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai
sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) .
ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) .
Jika kita
perjelas, maka akan kita dapatkan arti galau seperti ini: kodisi di mana keadaan
pikiran sedang kacau tidak karuan yang disebabkan oleh banyak hal. Jadi bukan
hanya satu persoalan, tapi berbagai persoalan beramai-ramai mengisi pikiran
kita.
Kamis, 14 November 2013
Harta Bersama (Gono-gini) Dalam Kacamata Syariah Islam, Adakah?
“pa, setelah
kita nikah, berarti harta papa menjadi harta mama juga ya?”
“iya, harta papa
menjadi harta mama juga.” Jawab suaminya.
“tapi pa,…….” Sambung
isrtinya tanpa melanjutkan kata-katanya. Agak malu ngucapinya.
“tapi kenapa ma?”
“tapi harta mama
tetap harta mama lho ya.” Lanjutnya. “warisan yang mama dapat dari orang tua tetap jadi
milik mama lho, papa gak usah ikut punya. Kan papa kepala keluarga.”
“gleg (sambil
nelen ludah).” Suaminya hanya bengong saja.
Percakapn ini
berlangsung ketika keadaan rumah tangga dalam keadaan normal. Tetapi akan beda persoalan
ketika sedang dalam sidang perceraian dan meributkan pembagian harta.
Rabu, 13 November 2013
Penasaran Yang Berujung Petaka (Balada Miras Oplosan)
Suatu siang,
ketika saya membaringkan punggung di atas kasur, terbersit sebuah dialog yang
saya buat sendiri dan saya jawab sendiri. Ini gara-gara kabel setrika yang
tidak dirapikan dan mengganggu pemandangan di kamar. Tapi dialoge hanya terucap dalam angan tho’, ndak
keras-keras kok. Yo kalo keras-keras nanti temen-temen kos ngira kalo saya
sedang konslet. Lha wong ngomong kok sendirian.
“walah, siapa
tho yang habis naruh setrika, kok kabelnya nglewer (terjulur) ndak digulung
lagi?” kebetulan ada rak kecil tepat diatas kaki saya jika posisi
berbaring.
“coba tak
tarik lah.” Saya tarik kebel itu dengan jepitan jari dan jempol kaki.
Ketika sekali
saya tarik, kabel itu sepertinya kuat tersangkut di rak. Saya semakin penasaran
saja untuk menarik kabel itu lebih kuat lagi.
“kalau saya
tarik, kira-kita setrikanya jatuh gak ya?”
“kalau jatuh,
pasti setrikanya kena kakiku ni.”
Walaupun saya
sudah membayangkan setrika itu akan jatuh jika kabelnya saya tarik lebih kuat
lagi, tapi itu tidak cukup menjawab rasa penasaran saya.
Dan akhirnya…”klotak…”
“hemmm, bar kuwe saiki (baru tahu rasa kamu).” Terjawab sudah penasaran
ini, setelah ujung setrika benar-benar menghantam tulang kering saya. Lumayanlah
untuk sekedar alasan nyengir. Sakit, tapi puas dengan jawaban setrika itu.
*****
Selasa, 05 November 2013
Qishas, Hukum Islam Yang Ditakuti Tapi Dinanti
Akhir-akhir ini
media kita sering mengangkat berita tentang kriminalitas, dengan beragam bentuk
dan tipe: perampokan, pencurian, tawuran antar warga sampai pada tindak
pembunuhan.
Terjadinya
pembunuhan pun dilakukan dengan berbagai orentasi; dari masalah yang memang
dianggap serius sampai persoalan yang remeh. Dengan alasan terbakar api
cemburu, seorang tega membakar pasangannya hingga meninggal. Karena persoalan
utang piutang dengan nominal Rupiah yang tidak seberapa, seorang bisa menebas leher
temannya. Seakan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan yang berujung
kematian adalah solusi paling mudah untuk dilakukan.
Begitu murahnya
kah harga sebuah nayawa??
Senin, 04 November 2013
Imajinasi Nada Dalam Goresan Pena (Belajar Menghargai Usaha Anak)
Di usianya yang
baru saja melewati tiga tahun, ternyata Nada putriku sudah bisa sedikit
menuangkan imajinasinya dalam goresan pena. Beberapa bulan lalu (usia 2,5 tahun
sampai 3 tahun), coretan penanya dikertas belum bisa dimengerti orang lain. Tapi
toh begitu, dia tetap bisa menafsirkan dan menceritakan maksud coretannya
tersebut kepada orang lain.
"umi, abi,
adik Nada buat gambar sapi." Dia menunjukkan coretannya dikertas.
"ini
telingannya, ini kakinya, ........." penjelasannya kepada kami dari
coretan yang dia buat. Padahal kami tidak membayangkan sama sekali kalau itu
gambar seekor sapi. Dan masih banyak lagi coretan-coretan ringan yang dia buat
beserta penjelsaanya.
Yang kami keran,
anak sekecil itu sudah bisa menuangkan imajinasinya dalam goresan tinta, dan
dia faham betul maksud yang dia coretkan. Bukan coretan hampa tanpa makna.
Jumat, 01 November 2013
Istri Cantik Nan Menawan, Pentingkah? (Obrolan Ringan Memilih Pasangan)
ketika sedang ngumpul
dengan teman-teman di “tongkrongan”, tidak jarang obrolan kita mengarah pada
masalah pernikahan dan berumah tangga. Ya maklum, karena usia kita rata-rata
sudah masuk seperempat abad, 25 tahun. Usia matang untuk membahas masalah ini.
Terlebih lagi sebagian kita sudah ada yang menikah. Jadilah obrolan ini semakin
hangat dengan shering-sharing ringan dari teman-teman yang sudah menikah.
Yang paling
sering kita sorot adalah sisi lebih dari seorang wanita.
“ah, gak
cantik gak apa. Yang penting hatinya.” Komentar dari sebagian teman.
“kalau hati
kan bisa dipoles (ditata), nah kalau wajah kan gak bisa dirubah.” Seloroh yang
lain.
“kebalik tu. Kalau
hati gak bisa dirubah. Tapi kalau muka bisa dipoles.” Lagi-lagi komentar
yan keluar hanya opini yang tidak berdasar. Ya, sekedar shering saja.
“yang penting
kaya bro, walaupun janda.” Ini lebih aneh lagi. Dan masih banyak lagi opini-opini
seputar kriteria pasangan idaman untuk hari depan kelak.
Tentu, obrolan
semacan ini tidak hanya berlaku di kalangan kaum adam saja, yang membicarakan
kaum hawa. Saya yakin, kaum hawapun punya obrolan semacam ini, membicarakan kriteria
calon pasangannya kelak.
Langganan:
Postingan (Atom)







